Tentang

Sejarah Singkat Desa Talikuran

Nenek moyang masyarakat Sonder berasal dari Kiawa yang datang menempati satu hamparan yang diberi nama Rama. Kemudian mereka berpindah lagi ke utara, tempat yang baru ini kemudian dikenal dengan nama Mawale. Dari Mawale mereka berpindah lagi ke tempat lain yang kemudian dikenal dengan nama Kekeseen. Dari Kekesen masyarakat Sonder mulai berpencar-pencar dan mendirikan pemukiman-pemukiman baru. Arti Kekeseen adalah dipecah-pecah (dirobek-robek), karena pada saat itu mereka akan berpisah untuk masing-masing mencari dan mendirikan pemukiman baru, maka dilaksanakan suatu upacara adat dan dalam upacara ini diambil sejenis Palem (woka/simbel) kemudian dirobek dan setiap pimpinan kelompok mendapat secarik woka, dengan dimian asal-usul masyarakat Sonder berasal dari Talikuran. Setelah terjadi perpisahan maka tempat yang ditinggalkan mereka sebut PINETALICURAN, yang artinya tempat berpisah / tempat yang ditinggalkan (dari kata dasar Licur = belakang, Licuran menjadi Pinetalicuran = tempat berpisah / tempat yang ditinggalkan). Lama kelamaan nama ini disebut "TALICURAN". Setelah pemerintah Belanda mengakui / meresmikan desa-desa di Kecamatan Sonder, yaitu pada saat pemerintah Belanda meresmikan Desa Sonder sekitar tahun 1837, maka kata / nama Talicuran diubah menjadi TALIKURAN dan pusat Pemerintahan Sonder waktu itu adalah Talikuran. Maka berdirilah Desa TALIKURAN. Dan pada tanggal 28 Maret 2012, Desa Talikuran dimerkarkan menjadi dua desa, yaitu: Desa Talikuran (induk) dan Desa Talikuran Satu (pemekaran).


Visi

Terwujudnya Desa Talikuran yang maju dan berdaya saing, melalui tata kelola Pemerintahan yang baik, serta pemantapan pembangunan berlandaskan kultural yang berwawasan lingkungan.


Misi

  1. Meningkatkan kerjasama dan disiplin aparatur Pemerintah Desa
  2. Menyelenggarakan kegiatan tertib administrasi Pemerintahan Desa
  3. Menata wilayah Desa yang Bersih, Indah dan Aman
  4. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana di Desa
  5. Mempertahankan dan melestarikan nilai budaya lokal dan adat istiadat